Bagai bumi dengan dua kutubnya serupa, tapi tidaklah satu. Terpisahkan oleh laut liar, terkadang mereka dirundung pilu. Amarah berkecamuk ingar, menimbulkan gertakan sendu. Dan kita. Kita, yang sempat merasa seolah mereka sama, terpaksa menunda rasa. Dengan kata yang tersisa dan doa yang tak serupa, sebagai penanda bahwa kita berbeda. Bahwa Janubi dan Syamali, tak akan pernah bersama.