Janubi dan Syamali.

Bagai bumi dengan dua kutubnya
serupa, tapi tidaklah satu.
Terpisahkan oleh laut liar, terkadang mereka dirundung pilu.
Amarah berkecamuk ingar, menimbulkan gertakan sendu.

Dan kita.
Kita, yang sempat merasa
seolah mereka sama,
terpaksa menunda rasa.

Dengan kata yang tersisa
dan doa yang tak serupa,
sebagai penanda bahwa kita
berbeda.

Bahwa Janubi dan Syamali,
tak akan pernah bersama.

Comments