Satu Ruang

Di rumahku ada satu pintu menuju banyak ruang. Ada ruang untuk ibu, ruang untuk kakak, untuk Tuhan, dan tersisa satu ruang lagi.

Di sudut ruang itu ada kamu. Duduk, menunggu. Satu ruang itu hanya memiliki satu kursi tanpa meja, sesuai permintaanmu. Aku ingin membuatmu nyaman sehingga aku isi ruangan itu dengan barang-barang lain yang sekiranya kau suka. Tak kusadari, ruanganmu telah menjadi penuh. Kamu meronta-ronta kesesakan, dan aku, yang terlalu bersemangat untuk membuatmu nyaman, tak menghiraukan.

Kamu berteriak. Aku tak dengar.
Kamu berdarah. Aku tak lihat.
Kamu berubah. Aku tak rasa.

Satu hari, ku kunjungi ruangan itu. Penuh barang, tak aku lihat dirimu.
Pergi. Kau telah pergi 
Satu surat, aku temukan di kursimu.
Satu kata, 'Terima Kasih.' untukku.
Rumahku terasa sepi.

Di sudut ruang itu, biasanya ada kamu.
Menyanyikan lagu cinta untukku.
Aku rindu.


----

An old writing of mine. Written during the time I was too focused giving all of myself and not realizing that sometimes just a little amount is enough.


Comments